Monday, September 23, 2013

Tradisi Pertemuan Haji

Memasuki bulan Dzulqo'dah biasanya sudah mulai ada jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan ibadah haji. Beberapa hari sebelum keberangkatan diadakan acara Pertemuan Haji dengan mengundang saudara, kerabat, tetangga dan teman-teman. Inti dari acara tersebut adalah calon jamaah haji memohon maaf atas segala kesalahan dan doa agar diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, acara Pertemuan Haji memiliki varian (sepengetahuan saya selama mengikuti acara ini di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Sudimara Pinang, Tangerang)yaitu:
a. Sederhana: Diawali dengan sambutan dari shohibul hajat (calon jamaah haji) yang isinya permintaan maaf dan doa sebagaimana dijelaskan di atas, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Yasin serta tahlil, ditutup dengan doa ditujukan khusus kepada para keluarga calon jamaah haji yang telah meninggal dan calon jamaah haji yang akan berangkat ke Baitullah.

b. Umum: Sama seperti poin a di atas, hanya saja setelah pembacaan tahlil, sebelum doa dibacakan Kitab Maulid Nabi (biasanya Barzanzi). Ketika sampai pada pasal Marhaban, semua jamaah berdiri, calon jamaah haji akan berkeliling menemui para hadirin sambil memohon maaf atas salah dan khilaf. Momen inilah yang paling seru, ada rasa haru, senang, bahagia, campur jadi satu. Diiringi lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah semua hadirin ditemui oleh calon jamaah haji, ditutup dengan doa.

c. Lengkap: sama seperti poin b, ditambah dengan ceramah agama oleh Ustadz/kyai/habib/ulama yang diundang untuk mengisi acara tersebut.

Setelah rangkaian acara Pertemuan Haji selesai, calon jamaah haji bersiap menanti hari H dengan memperbanyak ibadah dan menyiapkan fisik agar bisa prima dalam menunaikan ibadah haji. Akhirnya, selamat menunaikan ibadah haji bagi seluruh calon jamaah haji Indonesia dan Dunia. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Read More......