Tuesday, June 4, 2013

Seri Pernikahan Betawi: Nasi Jotan

Serpong - Masih seputar budaya Betawi, pada masyarakat Betawi ada istilah Nasi Jotan. Istilah ini muncul ketika ada warga Betawi yang akan mengadakan suatu hajatan baik pesta pernikahan ataupun khitanan.

Jika selama ini kita mendapat undangan dari seseorang berupa kartu undangan, surat elektronik (imel), SMS ataupun sejenisnya untuk menghadiri suatu pesta, hajatan atau acara tertentu yang diadakan oleh seseorang itu sudah biasa. Di Betawi, undangan bisa berbentuk hidangan lengkap yang diberikan kepada keluarga besan atau orang yang dihormati, biasa disebut NASI JOTAN. Proses mengundang seperti ini dikenal dengan istilah NGEJOT.

Teknisnya, ketika seseorang warga Betawi akan mengadakan suatu hajatan, pihak keluarga sudah mendata siapa saja yang akan dikirimi Nasi Jotan tadi. Umumnya adalah keluarga besan. Besan dimaksud di sini bukan hanya besan utama yang berhubungan langsung dengan acara tersebut, misal besan mempelai wanita/pria jika acara pesta pernikahan, tetapi besan-besan yang memiliki hubungan dengan pihak keluarga shohibul hajat. Bisa besan dari adik, kakak, atau lainnya. Sehingga ada istilah di Betawi jika menikahkan anaknya dengan orang di luar Betawi sama saja tidak punya besan karena di Betawi mengenal sistem besan berantai, dimana yang dimaksud dengan pihak besan bukan hanya orang tua si menantu tetapi keluarga besarnya.

Kembali ke Nasi Jotan tadi, isi dari nasi jotan terdiri dari: Nasi putih, lauk pauk bisa berupa bandeng goreng, ayam atau daging, dengan pelengkap berupa acar, bihun, serundeng, dan lain-lain. Yang dimaksud Serundeng di sini adalah makanan khas Betawi dengan bahan dasar kacang kedelai atau kacang tanah dicampur dengan kelapa dan gula merah yang dimasak dan dibentuk seperti jajaran genjang, kotak atau diletakkan di nampan bulat. Banyaknya nasi jotan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga si besan atau orang yang akan diberikan nasi jotan. Bisa satu nampan kecil, bahkan satu bakul besar.

Si penerima (pertama) nasi jotan tadi kemudian membagikan nasi jotan tersebut ke anggota keluarga besarnya (adik, kakak, sepupu, bahkan tetangga yang "dianggap" bagian dari keluarga)dengan mengatakan ini nasi jotan dari si A untuk acara tanggal sekian. Si penerima kedua sudah paham maksudnya, yaitu diajak kondangan (menghadiri undangan) pada hari dimaksud. Biasanya mereka akan berkumpul di rumah si penerima pertama nasi jotan untuk bersama-sama berangkat kondangan ke si pengundang. Nah ini yang lebih unik lagi, karena undangan ini berantai sesuai jumlah nasi jotan yang dibagikan (bahkan bisa lebih), yang berkumpul bisa banyak. Jika jaraknya cukup jauh untuk menuju ke rumah si pengundang, mereka naik angkot yang disewa, konvoi sepeda motor, naik mobil bak terbuka bahkan sewa mobil untuk anak-anak (kereta mini atau biasa disebut Odong-odong).

Sesaat menjelang tiba di tempat hajatan/pesta, biasanya pihak besan akan membakar petasan renceng. Petasan renceng adalah petasan yang dibuat secara apik dimana sumbu tiap petasan akan saling terkait membentuk seperti selendang, di bagian pangkal atasnya biasanya ada petasan yang lebih besar ukurannya, disebut petasan jeguran. Pihak shohibul hajat sudah paham bahwa pihak besan sudah tiba, dan bersiap-siap menerima kehadiran tetamu. Uniknya lagi, jika pestanya adalah pesta pernikahan maka mempelai pengantin wajib turun dari pelaminan berdiri berjajar dengan shohibul hajat untuk menyambut orang tua/mertuanya beserta rombongan tadi (besan). Ini sebagai bentuk penghormatan anak kepada orang tua/mertua. Lain halnya kalau yang datang adalah besan samping (bukan utama), tidak ada acara bakar petasan renceng dan penyambutan mempelai pengantin turun dari pelaminan.

Di beberapa wilayah demografis Betawi, sayangnya budaya nasi jotan sudah mulai ditinggalkan. Padahal ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Betawi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong. Semoga masih ada yang melestarikannya terutama generasi muda Betawi

Read More......

Tuesday, February 21, 2012

Waspada Penipuan

Berikut ini share pengalaman pribadi teman yang hampir saja tertipu lewat telepon. Semoga cerita ini memberikan peringatan bagi kita untuk selalu waspada.

Pengalaman ini saya alami sendiri kemarin ketika menjual mobil lama saya. Saya menggunakan 3 cara, yaitu menempelkan kertas bertuliskan "DIJUAL TANPA PERANTARA, hubungi 0812 xxx xxxx / 021 9789 xxx", memasang iklan di internet, dan memasang iklan di koran pos kota edisi Sabtu - Minggu. Saya tidak tahu calon penjahat tahu nomor HP saya dari mana, tapi karena terpasang pada 3 media tersebut, informasi tentang nomor tersebut memang sangat mudah didapatkan orang. Kelihatannya ini yang dimanfaatkan para penjahat-penjahat tersebut.


Pertama-tama, akan ada SMS ke hape kita yang kisarannya berbunyi seperti ini "Ass. saya ... (nama berubah-ubah dari nomor yang berbeda-beda, mulai saat ini kita sebut saja dengan Mr. A), saya sudah lihat kondisi mobil Bapak. Untuk harga mohon bicarakan dengan mas saya ... pada nomor ... (nama dan nomor juga berubah-ubah, mulai saat ini kita sebut saja dengan Mr. B).

Kedua, kita akan berfikir orang ini memang berniat membeli mobil yang kita jual dan membalas SMS tersebut / menghubungi nomor Mr. A atau Mr. B tersebut. Pada tahap ini, Mr. A dan Mr. B akan "mengulur waktu" dengan alasan ingin berdiskusi dulu dengan istrinya.

Ketiga, Mr. B akan menghubungi nomor kita dan menyatakan sudah setuju dengan kondisi dan harga mobil kita. Walau kita bilang "apa tidak sebaiknya anda lihat dulu mobilnya secara langsung, percaya begitu saja dengan adik anda yang baru melihat sekilas ?", mereka tetap bersikeras sudah setuju dan "memaksa" kita untuk deal dengan pembayaran DP via transfer bank.

Keempat, Mr. B akan meminta kita mengecek saldo apakah sudah bertambah atau belum. Tentu saja belum karena memang dari awal mereka tidak berniat transfer tapi mau nipu. Mr. B ini berkilah transfernya mandek di bank dan akan berusaha menghubungi customer care bank tersebut.

Kelima, Mr. B menghubungi kita kembali dan "melakukan conference" dengan customer care bank sehingga tercipta kondisi dimana kita bisa berbicara secara 3 orang dalam 1 percakapan (Mr. B, kita dan customer care bank), dan customer care bank tersebut akan mengarahkan kita supaya menyelesaikan permasalahan transfer mandek tersebut menggunakan ATM card kita, dengan mengatakan kalau diinput dengan menggunakan kode tertentu, transfer yang mandek tersebut akan lancar.

Keenam, customer care bank tersebut akan mengarahkan kita untuk memasukkan ATM, menginput nomor PIN, menekan "transfer", dan memasukkan nominal rupiah dengan dimulai angka 0. Yang saya alami, saya diarahkan untuk menekan 019998997. Disini titik krusialnya. Apabila kita manut saja dengan arahan dia dan menekan tombol "Ya", sudah pasti uang kita melayang. Beruntung saya yang memang pada dasarnya sudah curiga bertanya ini itu sama customer care bank tersebut (tapi gaya bahasanya lihai sekali, detil terlampir setelah ini), sempat melihat pada layar transfer yang tinggal tekan tombol "Ya" tersebut, nominal tertulis 19.998.997. Saya pikir kalau saya tekan "Ya" uang saya melayang, langsung saya tekan "Tidak" dan "Cancel", sehingga kartu keluar dan saya melanjutkan percakapan tanpa tekanan di luar mesin ATM.

Selain gaya bahasanya yang lihai, customer care bank tersebut sangat bernafsu untuk menyuruh kita menekan tombol "Ya" tersebut. Kalau orang yang tidak tahan pressure dan berfikir praktis saja, saya yakin dalam keadaan setengah terhipnotis akan terus saja mengikuti petunjuk sang customer care bank.

Berikut beberapa cuplikan pembicaraan saya dengan customer care bank tersebut :

Sewaktu dia "keceplosan" minta nomor pin :
(Sy) : Ngapain saya ngasih nomor pin saya ke sampean ?
(CustCare Bank) : Oh ya maaf pak, bukan disebut tapi diinput.

Sewaktu diarahkan untuk menekan transfer :
(Sy) : Kenapa mesti nekan transfer ?
(CustCare Bank) : Prosedurnya sudah seperti itu pak. Diikuti saja, nanti transfer dari Bp. ... (Mr. B) akan masuk ke rekening Bapak.

Sewaktu mengisi nominal :
(Sy) : Kok saya mesti ngisi nominal untuk ditransfer ?
(CustCare Bank) : Bukan nominal yang Bapak isikan, tapi kode untuk melancarkan transfer yang mandek ke rekening Bapak.

(Sy) : Ini kan permasalahannya antara Bp. ... (Mr. B) dengan anda ? Kenapa tidak dihandle dari sisi banknya ?
(CustCare Bank) : Kami tidak berani melakukan itu pak, karena bertentangan dengan UU perbankan nomor 32 tahun 2001.

Beberapa pelajaran yang bisa saya petik dari pengalaman ini adalah :
- waspada dengan orang-orang yang sudah setuju spek dan melakukan penawaran tapi tidak melihat barang secara fisik
- walau semua alasan dan skenario terkesan sudah dipersiapkan secara matang oleh mereka, gaya bahasa customer care bank termasuk ketus dan bukan customer care bank seperti yang kita tahu selama ini
- jangan sekali-kali memberitahukan nomor kartu ATM maupun pin anda kepada orang lain
- cukup ladeni / balas SMS pada tahap pertama di atas dengan pesan "silakan tawar saja, pak". Tidak lebih.

Hebatnya, saya dapat SMS macam ini sampai 3 kali ! Yang pertama saya tindak lanjuti sampai saya hampir kebablasan seperti yang saya ceritakan di atas, yang kedua saya minta orangnya supaya ubah cara bayar DPnya dari transfer ke tunai. Yang kedua ini bilang kalau dia sedang di luar kota, istrinya minta kuitansi segera, dan alasan-alasan lainnya. Saya tetap minta tunai dan bisa tunggu sampai kapan saja, dia malah bilang kita tidak konsisten, tidak pegang komitmen, sampai akhirnya (karena kesal mungkin) dia mengeluarkan kata-kata cacian kotor ala kebun binatang yang tidak pantas saya sebutkan di sini.

Kepada mereka yang punya mitra polisi maupun okmnum berwenang, mohon ditindaklanjuti nomor-nomor ini. Nomor ini yang menghubungi saya kemarin :
- 0852 8223 7947, mengaku H. Sigit dari Duren Sawit, sudah setuju kondisi mobil dan mau langsung transfer --> kejadian pertama yang saya ceritakan di atas
- 0838 2496 4047, mengaku adik Teguh dan sudah lihat kondisi mobil, hubungi Teguh untuk sepakati harga --> kejadian kedua yang saya dicaci maki

Teman-teman, waspadalah ! Mengingat media informasi sangat banyak sekarang ini, berarti peluang penipuan untuk mereka sangat terbuka lebar. Calon tertipu mereka adalah para penjual mobil yang terdaftar di koran Pos Kota, internet, dan seterusnya. Jangan sampai kita menjadi salah satu yang menjadi korban.

Read More......

Tuesday, January 24, 2012

Kepepet vs Iming-Iming

Ada dua sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah.
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet.

Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? Atau bahkan kapal pesiar?".


Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam di tempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Bagaimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semangaat...ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya, "Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak".

Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya, "Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.

"Terus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.

Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengampanyekan visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgency adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengomunikasikan VISI. "Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"

Jadi, analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang.

Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi 'sedikit lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau tidak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting.

Langkah kedua, baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan iming-iming secara tepat, Insya Allah kita akan selalu termotivasi.
FIGHT !!

Sumber : Jaya Setiabudi

Read More......

Wednesday, December 28, 2011

Nomor HP Para Penipu Lewat SMS

Selamat Pagi,
Lama tidak menulis lagi di blog ini dikarenakan kesibukan sehari-hari. Hmm, membaca judul di atas rasanya di antara kira sering menerima SMS dari orang tak dikenal yang mencoba mencari keuntungan dari kelengahan kita. Ada yang minta pulsa, minta transfer dana seolah-olah kenal dan ada urusan dengan kita, dan lain sebagainya. Pun dengan saya yang seringkali mendapat SMS tersebut. List yang saya tulis berikut ini merupakan nomor HP yang masuk ke HP saya. Silakan pembaca sekalian menambahkan list-nya dengan mengisi kolom komentar, nanti saya entry.


1. 0877 8087 4623 minta transfer ke Bank Panin a/n Siti Rusmiati No. Rek 2403036783
2. 0878 8097 5196 minta pulsa ke no 0819 3237 3921
3. 0821 8903 9468 minta transfer ke Bank BRI a/n Fajri Hartanto No. Rek 501701004350530
4. 0877 8205 4270 minta transfer ke Bank BRI a/n Beni Anwar No. Rek 093-601047354534
5. 0896 3038 4599 Transfer saja ke BNI a/n INDRI YANTI No. Rek 0245-345-481
6. 0852 8288 6018 Kejutan PROMO Kuku Bima ENERGI Info Hub: PT SM 021-40172346 dan 021-40172347
7. 0822 6078 3049 Hadiah CEK TUNAI dari KukuBima ENER-G Info Hub: PT SM 021-70362741 dan 021-70362742
8. 0853 4054 2418 minta Uangnya dikirim ke Rek BRI a/n ARIFIN JUNAEDI No. Rek 0540-01-005651-50-3
9. 0852 4969 4085 minta tolong uangnya dikirim ke BNI a/n Abdul Rahman No. Rek 024-884-1259
10. 0823 3050 9467 minta dikirim ke Rek MANDIRI a/n SAHRONI WIDODO No. Rek 900-000-550-1722
11. 08539730 8344 minta dikirim uang ke BRI a/n RUSPINA No. Rek 3383-01-029765-537
12. 0853 9404 8278 Hadiah dari TELKOMSEL Rp. 75 juta diundi di RCTI pukul 23.30 Info Hub: 0852 7999 9184 H. Mulyadi MSc
13. 0831 3610 6889 Pa, beliin dulu pulsa simpati ke 0821 9215 2662
14. 0821 9502 7537 Ma, tolong isikan pulsa AS 0853 9653 2092
15. 0812 9886 7942 Hadiah tunai dari KukuBima Ener-G Info Hub PT SM 021-33025621
16. 0823 3283 3961 Minta transfer uang ke Rek Bank Danamon a.n HENDRIK SYAPUTRA No. Rek. 0035-4048-6549
17. 0853 4764 1203 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n SILVIA ASTUTI No. Rek. 0255-570796
18. 0853 2999 9430 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n BUDIONO No. Rek. 0239-054750
19. 0852 3951 9128 Minta dikirim pulsa simpati ke no 0821 9211 2883
20. 0821 9394 2583 Minta transfer uang ke Rek Bank BRI a.n HENDRO KARTIKO No. Rek. 0997-0100 9548 507
21. 0821 9126 8853 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n TONI SYAPUTRA No. Rek. 024-120-9010
22. 0878 0902 4150 Minta dikirim pulsa ke No. 0819 3237 1783
23. 0823 3063 9832 dengan bahasa yang lebih meyakinkan Minta dikirim uang ke Rek BCA 058-056-1586 a/n RAMLI PUTRA
24. 0853 1591 4883 Minta dikirim pulsa ke No. 0812 1033 3046
25. 0823 4952 8950 Mengaku Hj. Ani tertarik dengan rumah/tanah, minta menghubungi suaminya Dr. H. Hendra, SE di nomor 0823 3514 4477
26. 0852 1089 2839 Hadiah Rp. 100 jt dari Promo Simpati TELKOMSEL, minta hubungi ke No. 0823 3333 3466 a.n Ir. Rahmat Saleh
27. 0823 2519 9937 Minta dikirim uang ke rek BNI No. 0267 7341 08 a.n Rini Ekawati
28. 0853 9671 4588, Pah beliin pulsa ke no 0852 9945 9745
29. 0852 1614 0843 Minta transfer uang ke rek BRI No. 5514 0100699 865505 a.n AFRIZAL untuk perpanjang kontrak/sewa di rumahnya
30. 0852 1134 9397 Minta dikirim uang ke Rek BNI No. 0264034664 a.n BAYU RUDUNGGA
31. 0853 9908 5640 mengaku Ibu Nensih tertarik dengan rumah/tanah, minta menghubungi suaminya Dr. H. IRAWAN di nomor 0952 9947 3999
32. 0852 4946 7320 Minta dikirim uang ke Rek BRI No.0922.0100.4271.508 a.n SONI HARSONO
33. 0853 1934 4604 Minta hubungi Pak UJANG di No. 0852 8723 1111 untuk perpanjang kontrak rumah
34. 0823 3152 8648 Minta dikirim uang ke Rek BNI No. 0262-0297-03 a.n FARIDA NASUTION

Harapannya, semoga kita menjadi lebih waspada dan hati-hati dengan aksi tipu-tipu seperti ini.

Read More......

Wednesday, September 14, 2011

Cara Mengenyahkan Nyamuk..Murah Meriah

Musim kemarau (panas) yang saat ini terjadi seperti biasanya diikuti oleh banyaknya NYAMUK di sekitar kita. Rasanya tidak ada rumah yang bebas nyamuk. Hampir tiap hari mengengar obrolan tetangga, "tadi malam ga bisa tidur, banyak nyamuk." Berikut ini adalah tip dari seorang kawan bagaimana mengenyahkan nyamuk di rumah tanpa harus keluar banyak biaya, asal mau sedikit berusaha.


Pernah lihat nyamuk berkumpul diatas kepala saat magrib?....Itu kunci nya......
Menjelang magrib, taruh baskom/ember plastik warna hitam kosong dilantai didalam rumah.......... nyamuk yang aktif menjelang magrib akan datang masuk kerumah karena mencium bau darah manusia didalam rumah.
Nyamuk2 akan berputar diatas baskom kosong tersebut...
Siapkan tutup panci yang ringan ...oles minyak jelantah (lebih kental).... ayunkan pada nyamuk (tak perlu tenaga ayun)....nyamuk akan menempel....ulangi berulang kali ..maka anda bisa tidur lebih nyenyak tanpa gangguan nyamuk pada jam2 berikutnya.

Buka semua pintu kamar tidur tapi pintu keluar ditutup....nyamuk yang tersisa dikamar akan mendekati anda (yang sedang berada diruang tamu nonton TV) karena bau darah manusia.....siapkan piring dengan diolesi minyak jelantah....ayunkan agar nyamuk menempel dipiring......murah meriah.... bebas malaria dan bebas demam berdarah.....lakukan tiap malam agar bisa tidur nyenyak......tak perlu obat semprot.....Ide telah SAYA terapkan sejak lama........

BILA ADA SATU DARI KELUARGA KENA MALARIA....AGAR SISAKIT TIDUR DENGAN KELAMBU UNTUK MENCEGAH PENULARAN PADA ANGGOTA KELUARGA YANG SEHAT.

Sumber: Herliyani Suharta

Read More......

Friday, August 5, 2011

Ten Signs of an Incompetent Leader

Poor leadership surrounds us, it's a fact of life and they seemingly find a way to keep their jobs. They are more focused on their personal
needs and not of the professional needs of those below them. They have
a hard time developing their employees because they lack the proper
management techniques to do so. A leader is someone who you would
follow to a place you would not go alone. Leadership is about action
not status.


However, the question is, how do we know when we are dealing with
these flaw ridden individuals. A lot of the time, a poor manager can
make the perception that he/she is busy and organized. I have
developed a small guideline that can help pinpoint these leaders.

Incompetent Leaders will:

1. Delegate work rather than balance workloads. This allows all
attention to be diverted from them in case of failure. It may seem to
them that are managing their people but in actuality they are
creating work imbalances within the group. It can create unnecessary
overtime for some and under utilization of others. A good manager is
aware of the skill sets of all the people below them and should
allocate work accordingly while trying to enhance the skills of
everyone to be even more productive.

2. Reduce all answers to Yes or No rather than explaining their
reasoning. This is an example of a crisis manager who cannot think
farther than a few hours ahead. A yes/no manager finds it a waste of
time to find the real answer through intellectual thought. They are
already thinking about the next crisis.

3. Not separate personal life from professional life. They will bring
their personal problem to work. Working for these types of managers
can be very dramatic. They are unable to separate their emotional
imbalances while trying to manage people. They are less focused and
will not give you the attention and direction you need for success.

4. Manage crisis. If you are a company that has crisis managers, then
you can say goodbye to innovation and progression. Proactive thinking
is critical to the success of any company. If you are not finding
ways to stop or reduce the amount of crisis that has to be managed,
then your competition will pass you by. Leaders have to think out of
the box and make change.

5. Create an environment where mistakes are unacceptable. Being held
accountable for wrong decisions is a fear for them. Making mistakes
only helps you become a better person, manager, etc. I use the
analogy of a basketball player that has no fouls. If they are not
going for the ball and taking chances with their opponent, then they
are trying hard enough. Take a chance and don't be scared.

6. Humiliate or reprimand an employee within a group. This is a
clear and visible sign of a poor leader. A good leader takes employee
problems away from a group setting to a more private setting. If you
have a boss that does this, it is time for a visit to human
resources.

7. Not stand behind subordinates when they fail. Never leave your
people to hang out to dry. Always back them up, right, wrong, or
indifferent. If an employee tries their best in a situation and they
fail to come through. They should be commended on their effort and
not punished for the failure

8. Encourage hard workers not smart workers. I am not impressed with
hard workers. A hard worker is usually defined by hours. Smart
workers are the ones that I hire and embrace. Smart workers
understand the concept of time management and multi-tasking. Poor
leaders miss this connection. Smart workers are methodical in their
thinking and can generally be successful because of their abilities
management projects and time. Hard workers may take twice as long to
do the work. It is important to assign work accordingly to the skills
and personalities

9. Judge people on hours not performance. This is similar to #8.
Again, I am not impressed with overtime junkies. They have lost all
perspective on a healthy family/balance. Bad managers will promote
the employees that work the most hours and not look at the smart ones
who work less, meaning have better time management. Stop watching the
lock.

10. Act differently in front of their leaders. This is an indication
of low self-confidence. They have doubts about their own ability to
lead and they will act like little children when authority is
present. A confident person acts the same around everyone. Remember,
have respect for them, but also have self-respect.

By Chris Ortiz
Sumber: Milis bursaide-BPPT

Read More......

Kompetensi Kepemimpinan (Leadership Competencies)

Berikut beberapa ciri Kompetensi Kepemimpinan/Leadership, muda2an bermanfaat

a.DIRECTION COMPETENCIES
Vision - The capacity to create and project beneficial and stimulating images that can inspire direction.
Focus - The ability to set a direction, maintain that direction, and make corrections when necessary. Goal oriented
Strategic Thinking - The ability to do "what if" thinking in imagining and creating paths to future goals.
Concept - The need to explain the events in one's life parsimoniously, to have the best explanation for the most events.


b.DRIVE TO EXECUTE COMPETENCIES
Ego Drive - The striving to define oneself as a significant person.
Competition - The desire to win.
Achiever - The internal drive to be up and doing, to be working, to be getting things done, energetic.
Activator - The drive to make things happen, to be proactive.
c.RELATIONSHIP COMPETENCIES
Developer - The drive to help others grow and the capacity for taking satisfaction from each increment of growth of the people with whom they work.
Team - The capacity to get people to help each other use their strengths to achieve their goals.
Stimulator - The drive to create good feelings in other people.
Multi-Relator - The tendency for extending relationships to a wide circle to a wide circle of acquaintances.
Responsibility/Ethics - The capacity to take psychological ownership for one's own behavior.
d.MANAGEMENT COMPETENCIES
Arranger - The ability to coordinate people and their activities so that work gets done efficiently.
Performance Orientation - The attitude of being results oriented. The need to measure achievement.
Discipline - The need to structure time and environment.

Sumber: milis bursaide-BPPT

Read More......