Thursday, August 7, 2008

Penting Untuk Diketahui Bersama

Beberapa hari lalu salah satu Stasiun TV swasta menayangkan berita akan bahayanya kemasan plastik bagi tubuh kita. Hal ini dikarenakan banyaknya kemasan plastik yang digunakan oleh kita bahkan berulang-ulang. Kami jadi ingat ada sebuah tulisan yang dikirim oleh teman beberapa waktu lalu jauh sebelum berita ini muncul.


1. BEKAS BOTOL AQUA
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang,jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MIE INSTAN
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DI BALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B.Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Read More......

Friday, August 1, 2008

Tomat

Tulisan berikut ini kiriman seorang teman, sekilas lucu tapi cukup memberi makna akan kehidupan. Jika mau berusaha dengan gigih, insya Allah akan berhasil.Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai "office boy"di istana Negara (kantor SBY) Pejabat istana mewawancarai dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.


"Kamu diterima," katanya, "Berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja." Laki-laki itu menjawab,"Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail." "Maaf," kata Pejabat Istana. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja." Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000 Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri. Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan.

Sang brokerpun menanyakan alamat e-mailnya.

Laki-laki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."

Sang broker bertanya dengan penasaran, ! "Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!" Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, "Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!! __________________________________________

Pesan Moral:

1. Internet bukanlah solusi hidup Anda.

2. Kalau Anda tidak punya akses internet, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.

Read More......

Thursday, July 24, 2008

7 Dont's After a Meal (7 Larangan Setelah Makan)

1. Don't smoke- Experiment from experts proves that smoking a cigarette after meal is comparable to smoking 10 cigarettes (chances of cancer is higher).
Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)


2. Don't eat fruits immediately - Immediately eating fruits after meals will cause stomach to be bloated with air. Therefore take fruit 1-2 hr after meal or 1hr before meal.
Jangan langsung makan buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan

3. Don't drink tea - Because tea leaves contain a high content of acid. This substance will cause the Protein content in the food we consume to be hardened thus difficult to digest.
Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi.. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.

4. Don't loosen your belt - Loosening the belt after a meal will easily cause the intestine to be twisted & blocked.
Jangan mengendorkan ikat pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

5. Don't bathe - Bathing will cause the increase of blood flow to the hands, legs & body thus the amount of blood around the stomach will therefore decrease. This will weaken the digestive system in our stomach.
Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badan yang menyebabkan jumlah dara sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan system pencernaan di dalam perut kita.

6. Don't walk about - People always say that after a meal walk a hundred steps and you will live till 99. In actual fact this is not true. Walking will cause the digestive system to be unable to absorb the nutrition from the food we intake.
Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berja lan akan menyebabkan system pencernaan tidak mampu menyerab nutrisi dari makanan yang telah kita makan.

7. Don't sleep immediately - The food we intake will not be able to digest properly. Thus will lead to gastric & infection in our intestine.
Jangan langsung tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.

Read More......

Monday, July 21, 2008

Mulailah Mengerjakan Sesuatu

Jangan biarkan pertanyaan memenuhi benak anda sehingga melunturkan kemampuan anda untuk melakukan sesuatu. Memang, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan saat ini.
Karena itu tinggalkan saja.


Kerjakan sesuatu yang anda bisa, meski hanya menuliskan sebuah titik. Jangan biarkan sesuatu yang tak bisa anda kerjakan malah menyurutkan niat anda untuk mengerjakan sesuatu yang bisa anda kerjakan.Perhatikan saja keberanian anda untuk mengambil tindakan. Sekecil apa pun langkah pertama yang anda tapakkan adalah langkah besar bagi keberanian anda.

Tak perlu disibukkan dengan pertanyaan: mana yang lebih dulu, "Telor" atau "Ayam".
Yang perlu anda lakukan adalah melihat apa yang ada dalam genggaman dan menghargainya.
Yaitu, dengan mengerjakan sesuatu sebaik-baiknya. Bila telur yang berada dalam genggaman, eramilah hingga ia menetas menjadi seekor anak ayam. Sedangkan, bila ayam yang berada dalam genggaman, peliharalah sampai bisa menghasilkan telur-telur.

Lebih dari sekedar mempertanyakannya namun mengerjakannya.

Dari: Milis teknikindustri_ISTA@yahoogroups.com

Read More......

Friday, July 18, 2008

15 Foods You Should Eat Every Week

Here are 15 foods that can boost your energy level and help keep you healthy.


Milk. Just one 8-ounce glass of skim or low-fat milk supplies one-third of your daily requirement for calcium, which is vital to strong bones and teeth. A diet rich in calcium can cut your risk of hypertension, colon cancer, and breast cancer, and possibly ease PMS (in the case of moms). Milk is also a valuable source of vitamin D, vitamin A, riboflavin, niacin, and vitamin B12, says Doreen Chin Pratt, R.D., director of nutrition services at Women & Infants Hospital in Providence, R.I.

Bananas. At about 100 calories each, bananas are a good source of fiber and the vitamins B6 and C. They're also loaded with potassium--a mineral that helps regulate blood pressure and is essential to muscle function. Eat one after a workout (when potassium levels are at their lowest), mix into smoothies, or add to your cereal for an all-day energy boost.

Orange juice. A stellar source of vitamin C (just one 8-ounce glass supplies 120 percent of your daily requirement), orange juice is also full of folate--which helps prevent birth defects and colon cancer--as well as potassium. Opting for the calcium-fortified kind can benefit your bones.

Salad. Tossing together a variety of greens (romaine and spinach are rich in vitamin A and folate, while iceberg has fiber), along with tomatoes, carrots, and cucumbers, is a smart way to sneak vegetables into your diet, says Joan Salge Blake, R.D., a clinical assistant professor of nutrition at Boston University.

Studies have shown that getting at least three servings of vegetables a day can reduce your risk of cancer, heart disease, and diabetes. Just be sure to steer clear of high-calorie dressing!

Peanut butter
. It's chock-full of protein, fiber, zinc, and vitamin E. It also contains mostly unsaturated fat, which lowers both total and LDL ("bad") cholesterol. "Peanut butter and jelly on whole-wheat bread with a glass of milk is a perfect meal," says Therese Franzese, R.D., director of nutrition at Chelsea Piers Sports & Entertainment Complex in New York City. But don't go for the reduced-fat version. "The fat is replaced with sugar, so it has the same calories as the regular stuff," she explains.

Sweet potatoes
. These spuds--which are available year-round--should be a staple in your diet, not simply a holiday treat. They're an excellent source of potassium, fiber, and cancer-fighting antioxidants, such as beta carotene and vitamin C.

Salmon. This fish is a rich source of omega-3 fatty acids, which can lower your risk of heart disease. Eating salmon once or twice a week may also boost your immune system. "If you're pregnant or nursing, the fatty acids in salmon help aid fetal and infant brain and nervous-system development," says Andrea Crivelli-Kovach, Ph.D., an assistant professor of nutrition at Arcadia University in Glenside, Pa. However, the Environmental Protection Agency recommends limiting the amount of freshwater fish you eat that was caught by family and friends to one meal per week because of the mercury it may contain. Also, government agencies recommend that pregnant or nursing women not eat shark, swordfish, king mackerel, or tilefish.

Broccoli. It's low-cal and loaded with vitamins A and C, beta carotene, folate, and fiber--all of which can help reduce your risk of heart disease and certain kinds of cancer. Enjoy it raw or lightly steamed.

Whole-grain cereal. One bowl of fortified cereal typically supplies 10 or more vitamins and minerals, as well as complex carbohydrates (for energy), disease-fighting fiber, and phytochemicals--non-nutrient plant ingredients that help prevent disease. Choose cereals with at least 5 grams of fiber.

Lean red meat. Women, especially those who have given birth within the last two years, are at risk for low iron levels, which can lead to anemia. Red meat is an excellent source of iron that's easily absorbed by the body. Stick with lean cuts--anything with loin or round in the name--for their lower saturated-fat content, and eat no more than one 2- to 3-ounce serving (about the size of your palm) each day.

Vegetable soup. You get a slew of vitamins and minerals when you eat soup loaded with veggies such as carrots, potatoes, and onions. Even better, because it's mostly water (and also contains fiber), soup will fill you up on relatively few calories.

Yogurt. A good source of bone-strengthening calcium (an 8-ounce carton contains about 35 percent of your daily requirement), low-fat or nonfat yogurt also supplies protein and potassium. Choose plain yogurt, since the flavored kinds are often high in sugar, and make sure the label says the brand contains "live and active cultures," since these bacteria have been shown to benefit your gastrointestinal tract and may help prevent yeast infections.

Eggs. They're packed with the protein moms (and dads) need to help build and repair weary muscles. Eggs are also a good source of vitamin D, which helps the body absorb calcium. Still, because egg yolks are high in cholesterol, moderation is key. "It's fine to have one a day," says author Busch.

Tomato sauce
. Tomatoes are loaded with lycopene, a powerful antioxidant that has been shown to help keep arteries clear and reduce your risk of heart disease. Most jarred sauces also contain fiber and vitamins A and C.

Beans
. Canned or dried varieties, such as kidney, black, garbanzo, and navy beans, are a low-fat source of protein, iron, and soluble fiber, which can help lower your cholesterol level. "You'll make any meal healthier--from soups and stews to salads and pasta dishes--by adding a can of beans to it," says Blake. However, since canned beans can be high in sodium, rinse them well under cold water or buy the no-salt kind.


Read More......

Mediocre Leader VS Great Leader

There are the differences of Mediocre Leader and Great Leader:


Mediocre Leader:

1. I get things done because I'm the boss (formal authority)
2. As long as people have a clear job description, they'll be fine
3. Everything is so dependent on me
4. I need to constantly motivate and manage my people to get result

Great Leader:

1. I get things done through personal influence and credibility (informal
or moral authority)

2. If a clear and compelling purpose exists, people will volunteer their
best effort

3. Enduring success is in the systems

4. My job is to release the talent and passion of our team toward our
highest priorities

Read More......

10 Biggest Brain Damaging Habits

1. No Breakfast
People who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level. This leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.


2. Overeating
It causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.

3. Smoking
It causes multiple brain shrinkage and may lead to Alzheimer disease.

4. High Sugar consumption
Too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.

5. Air Pollution
The brain is the largest oxygen consumer in our body. Inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about a decrease in brain efficiency.

6. Sleep Deprivation
Sleep allows our brain to rest. Long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain cells.

7. Head covered while sleeping

Sleeping with the head covered increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.

8. Working your brain during illness
Working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.

9. Lacking in stimulating thoughts
Thinking is the best way to train our brain, lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.

10. Talking Rarely
Intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.

Read More......