Wednesday, February 3, 2016

Tradisi Makan Bandeng di Betawi Menjelang Imlek

Menjelang perayaan Imlek, biasanya akan dibarengi dengan munculnya ikan bandeng berukuran besar di pasar-pasar tradisional khususnya di daerah yang banyak komunitas Betawi dan China. Massa ikan Bandeng yang dijual bisa mencapai 1 kg per ekor, bahkan lebih.Uniknya orang Betawi adalah meski yang melakukan perayaan Imlek adalah warga etnis China, namun orang Betawi ikut meramaikannya.

Ada tradisi di Betawi ketika menjelang Imlek yaitu membeli ikan Bandeng kemudian mengantarkannya ke rumah orang tua dan/atau mertua. Tidak jelas kapan tradisi semacam ini berlangsung, tetapi menurut penuturan warga Betawi, tradisi ini sudah turun temurun dilakukan. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Bisa jadi tradisi semacam ini sebagai percampuran budaya antara Betawi dan China. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak terjadi kawin campur, yang mana dapat menghasilkan perpaduan budaya. Nantinya ikan Bandeng yang telah dihantarkan sang anak, akan diolah menjadi pindang bandeng (bisa dengan kecap atau kunyit sehingga kuahnya berwarna kuning).

Di masyarakat etnis China/Tionghoa sendiri, tradisi makan ikan Bandeng merupakan tradisi yang wajib dilakukan pada malam tahun baru Imlek. Selain bertujuan mendekatkan antar sesama anggota keluarga, filosofi makan Bandeng mengandung makna bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu butuh perjuangan. Ikan Bandeng dagingnya memang enak tetapi untuk dapat menikmatinya harus membuang tulang-tulang berukuran kecil, jika tidak maka siap-siap akan ketulangan (istilah Betawi untuk tersedak tulang ikan).

Selamat Imlek, Selamat Makan Bandeng...

Sumber gambar: http://metro.sindonews.com/read/716065/31/makan-malam-imlek-satukan-satu-keluarga-1360406911

Read More......

Sunday, December 6, 2015

Masihkan Pepatah "Menabung Pangkal Kaya' Berlaku Saat Ini??

Sedari kecil kita diajarkan oleh orang tua, Guru dan lainnya bahwa kita harus menabung agar dapat memiliki dana di kemudian hari pada saat membutuhkan. Dari mulai menabung di celengan bambu, celengan ayam, sampai ke rekening Bank. Menabung dapat diartikan menyisihkan uang/harta yang dimiliki untuk disimpan di suatu tempat. Konon katanya, tempat yang paling aman adalah Bank.

Banyak sekali tulisan yang mengupas manfaat menabung, seperti di sini dan di sini juga. Masalahnya adalah, apakah benar jika kita menabung di Bank saat ini uang kita aman dan dapat bertambah?. Banyak sekali kita dengar kasus, ada orang yang rajin menabung tapi uangnya berkurang terus. Ada lagi yang uangnya hilang/habis padahal tidak pernah transaksi selama sekian waktu. Sebagaimana diketahui, Bank sebagai lembaga penyimpan dana masyarakat membutuhkan biaya untuk operasionalnya, salah satu sumbernya diambil dari nasabah dalam bentuk biaya administrasi. Pertanyaannya, kan kita sudah dapat bunga tabungan, apakah tidak mencukupi? Jawabannya TIDAK selama jumlah saldo di rekening kita di bawah batas minimal tertentu. Lalu bagaimana caranya kita bisa menabung tetapi uangnya kita terus tumbuh berkembang? Menabung Cerdas Ada cara dimana uang yang kita setorkan ke Bank untuk tabungan dapat terus tumbuh, yaitu dengan menabung plus investasi. Cukup setorkan sejumlah tertentu setiap bulan selama sekian waktu, uang kita akan dikelola oleh Bank atau pihak ke tiga dalam skema investasi (bisa reksadana, saham atau lainnya), selanjutnya kita cukup mengamati perkembangan tabungan (dan investasi) kita. Mudah bukan?. Itulah yang dimaksud menabung cerdas. Banyak pihak yang mengeluarkan instrumen investasi seperti ini, yang terpenting adalah pastikan aman dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya adalah 3i-Network dari Salim Group. Lebih jauh mengenai 3i-Network, tunggu tulisan berikutnya. (bersambung)

Read More......

Monday, September 23, 2013

Tradisi Pertemuan Haji

Memasuki bulan Dzulqo'dah biasanya sudah mulai ada jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan ibadah haji. Beberapa hari sebelum keberangkatan diadakan acara Pertemuan Haji dengan mengundang saudara, kerabat, tetangga dan teman-teman. Inti dari acara tersebut adalah calon jamaah haji memohon maaf atas segala kesalahan dan doa agar diberikan kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, acara Pertemuan Haji memiliki varian (sepengetahuan saya selama mengikuti acara ini di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Sudimara Pinang, Tangerang)yaitu:
a. Sederhana: Diawali dengan sambutan dari shohibul hajat (calon jamaah haji) yang isinya permintaan maaf dan doa sebagaimana dijelaskan di atas, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Yasin serta tahlil, ditutup dengan doa ditujukan khusus kepada para keluarga calon jamaah haji yang telah meninggal dan calon jamaah haji yang akan berangkat ke Baitullah.

b. Umum: Sama seperti poin a di atas, hanya saja setelah pembacaan tahlil, sebelum doa dibacakan Kitab Maulid Nabi (biasanya Barzanzi). Ketika sampai pada pasal Marhaban, semua jamaah berdiri, calon jamaah haji akan berkeliling menemui para hadirin sambil memohon maaf atas salah dan khilaf. Momen inilah yang paling seru, ada rasa haru, senang, bahagia, campur jadi satu. Diiringi lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah semua hadirin ditemui oleh calon jamaah haji, ditutup dengan doa.

c. Lengkap: sama seperti poin b, ditambah dengan ceramah agama oleh Ustadz/kyai/habib/ulama yang diundang untuk mengisi acara tersebut.

Setelah rangkaian acara Pertemuan Haji selesai, calon jamaah haji bersiap menanti hari H dengan memperbanyak ibadah dan menyiapkan fisik agar bisa prima dalam menunaikan ibadah haji. Akhirnya, selamat menunaikan ibadah haji bagi seluruh calon jamaah haji Indonesia dan Dunia. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Read More......

Friday, June 7, 2013

Seri Pernikahan Betawi: Meminang ala Betawi (Bawa Duit)

Serpong - "Ntu dimeja ada kue dari Cing Jenab, semalem anaknya dibawain duit ama anak kampung sebelah, kali aja ntar elu ketularan". Itulah sepenggal kalimat mengenai tradisi Betawi ketika ada anggota keluarga yang dilamar. Jika seseorang pemuda Betawi sudah merasa dirinya siap untuk menikah dan sudah menemukan calon pasangan hidupnya, tentunya dia harus menyampaikannya ke orang tuanya untuk dinikahkan dengan wanita pilihannya tersebut. Sebelum menikah perlu adanya proses meminang, melamar atau khitbah yang dalam istilah Betawi "Bawa Duit".

Proses melamar anak gadis yang akan menjadi calon istri pemuda Betawi diawali dengan memberi kabar kepada pihak keluarga si gadis. Biasanya cukup dengan mengatakan "besok malam keluarga saya mau ke rumah bapak, mau bawa duit buat si A". Keluarga si gadis sudah paham bahwa anaknya segera akan dilamar. Siang hari menjelang kedatangan keluarga calon besan, pihak keluarga si gadis akan mempersiapkan segala sesuatunya. Biasanya didahului dengan mengirim makanan lengkap dengan lauk pauknya, kue-kue dan lainnya ke keluarga calon besan laki-laki. Ini dikenal dengan istilah "LOLOSAN". Ini artinya bahwa keluarga calon besan wanita siap menerima kedatangan calon besan laki-laki dengan tangan terbuka. Ini juga menjadi pertanda bahwa sebenarnya lamarannya bakal diterima.

Sesampainya di rumah keluarga calon besan laki-laki, LOLOSAN tadi tidak langsung dimakan atau dibagikan ke kerabat, tetapi pihak keluarga laki-laki akan bermusyawawah dengan anggota keluarganya untuk menaksir berapa kira-kira harga atau biaya yang dikeluarkan untuk membuat makanan Lolosan tersebut. Di sini diperlukan seorang Juru Taksir. Setelah diketahui harga dari makanan tersebut, katakanlah Rp. X-, maka pihak keluarga calon besan laki-laki akan menyiapkan uang tersebut dan akan dikembalikan nanti setelah acara lamaran (bawa duit) selesai. Proses ini disebut "Balikin Kulit Pisang". Kemudian makanan Lolosan tadi dibagikan ke semua keluarga, kerabat dan handai taulan dari pihak calon besan laki-laki.

Tibalah pada waktu melamar gadis. Malam hari setelah semua persiapan dirasa cukup, berangkatlah keluarga pemuda tadi ke rumah orang tua si gadis. Uniknya, orang tua si pemuda dan pemuda calon menantu tersebut tidak harus turut serta, tetapi mewakilkan ke orang lain, bisa anggota keluarga atau seorang ustadz/kyai untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. Yang dibawa dalam rombongan tersebut biasanya terdiri dari: makanan (kue-kue), buah-buahan (terutama yang wajib adalah pisang raja), keperluan menyirih (sirih, gambir, kapur, dan tembakau), tidak ketinggalan mas kawin dan sejumlah uang. Inilah yang mendasari muncul istilah Bawa Duit.

Yang membedakan dengan tradisi lainnya adalah, mas kawin dibawa sejak proses lamaran dan diserahkan ke gadis calon istri. Jadi bukan saat mau ijab kabul. Sedangkan sejumlah uang diberikan sebagai bekal untuk kehidupan berumah tangga kelak. Jadi bukan untuk acara pesta/hajatan sebagaimana pada tradisi di daerah lain. Jika nantinya keluarga calon besan laki-laki atau pemuda tersebut ingin membantu biaya resepsi, diberikan di lain kesempatan. Bukan pada saat acara lamaran tersebut. Setelah acara selesai dan diterima oleh keluarga si gadis, maka gadis calon istri boleh menggunakan emas perhiasan yang diberikan oleh pemuda calon suaminya sebagai tanda bahwa ia telah dikhitbah (dipinang) oleh pemuda tersebut. Dan uang yang diberikan biasanya dibelikan tempat tidur (spring bed), lemari atau lainnya sesuai dengan jumlah uang yang diterima.

Esok harinya, utusan keluarga pemuda tadi akan datang kembali ke rumah si gadis untuk mengembalikan nampan ataupun wadah makanan Lolosan yang di dalamnya sudah diisi dengan sejumlah uang hasil taksiran sebelumnya. Dikenal dengan istilah "Ngembaliin kulit pisang". Ini sebagai bentuk penghormatan dan jalinan silaturahim di antara 2 (dua) keluarga besar. Jika diberi sesuatu, maka berilah yang lebih baik atau sama dengan yang diberikan. Barulah setelah itu, orang tua si gadis akan melakukan kunjungan resmi ke rumah orang tua si pemuda untuk membicarakan tanggal pernikahan.

Read More......

Tuesday, June 4, 2013

Seri Pernikahan Betawi: Nasi Jotan

Serpong - Masih seputar budaya Betawi, pada masyarakat Betawi ada istilah Nasi Jotan. Istilah ini muncul ketika ada warga Betawi yang akan mengadakan suatu hajatan baik pesta pernikahan ataupun khitanan.

Jika selama ini kita mendapat undangan dari seseorang berupa kartu undangan, surat elektronik (imel), SMS ataupun sejenisnya untuk menghadiri suatu pesta, hajatan atau acara tertentu yang diadakan oleh seseorang itu sudah biasa. Di Betawi, undangan bisa berbentuk hidangan lengkap yang diberikan kepada keluarga besan atau orang yang dihormati, biasa disebut NASI JOTAN. Proses mengundang seperti ini dikenal dengan istilah NGEJOT.

Teknisnya, ketika seseorang warga Betawi akan mengadakan suatu hajatan, pihak keluarga sudah mendata siapa saja yang akan dikirimi Nasi Jotan tadi. Umumnya adalah keluarga besan. Besan dimaksud di sini bukan hanya besan utama yang berhubungan langsung dengan acara tersebut, misal besan mempelai wanita/pria jika acara pesta pernikahan, tetapi besan-besan yang memiliki hubungan dengan pihak keluarga shohibul hajat. Bisa besan dari adik, kakak, atau lainnya. Sehingga ada istilah di Betawi jika menikahkan anaknya dengan orang di luar Betawi sama saja tidak punya besan karena di Betawi mengenal sistem besan berantai, dimana yang dimaksud dengan pihak besan bukan hanya orang tua si menantu tetapi keluarga besarnya.

Kembali ke Nasi Jotan tadi, isi dari nasi jotan terdiri dari: Nasi putih, lauk pauk bisa berupa bandeng goreng, ayam atau daging, dengan pelengkap berupa acar, bihun, serundeng, dan lain-lain. Yang dimaksud Serundeng di sini adalah makanan khas Betawi dengan bahan dasar kacang kedelai atau kacang tanah dicampur dengan kelapa dan gula merah yang dimasak dan dibentuk seperti jajaran genjang, kotak atau diletakkan di nampan bulat. Banyaknya nasi jotan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga si besan atau orang yang akan diberikan nasi jotan. Bisa satu nampan kecil, bahkan satu bakul besar.

Si penerima (pertama) nasi jotan tadi kemudian membagikan nasi jotan tersebut ke anggota keluarga besarnya (adik, kakak, sepupu, bahkan tetangga yang "dianggap" bagian dari keluarga)dengan mengatakan ini nasi jotan dari si A untuk acara tanggal sekian. Si penerima kedua sudah paham maksudnya, yaitu diajak kondangan (menghadiri undangan) pada hari dimaksud. Biasanya mereka akan berkumpul di rumah si penerima pertama nasi jotan untuk bersama-sama berangkat kondangan ke si pengundang. Nah ini yang lebih unik lagi, karena undangan ini berantai sesuai jumlah nasi jotan yang dibagikan (bahkan bisa lebih), yang berkumpul bisa banyak. Jika jaraknya cukup jauh untuk menuju ke rumah si pengundang, mereka naik angkot yang disewa, konvoi sepeda motor, naik mobil bak terbuka bahkan sewa mobil untuk anak-anak (kereta mini atau biasa disebut Odong-odong).

Sesaat menjelang tiba di tempat hajatan/pesta, biasanya pihak besan akan membakar petasan renceng. Petasan renceng adalah petasan yang dibuat secara apik dimana sumbu tiap petasan akan saling terkait membentuk seperti selendang, di bagian pangkal atasnya biasanya ada petasan yang lebih besar ukurannya, disebut petasan jeguran. Pihak shohibul hajat sudah paham bahwa pihak besan sudah tiba, dan bersiap-siap menerima kehadiran tetamu. Uniknya lagi, jika pestanya adalah pesta pernikahan maka mempelai pengantin wajib turun dari pelaminan berdiri berjajar dengan shohibul hajat untuk menyambut orang tua/mertuanya beserta rombongan tadi (besan). Ini sebagai bentuk penghormatan anak kepada orang tua/mertua. Lain halnya kalau yang datang adalah besan samping (bukan utama), tidak ada acara bakar petasan renceng dan penyambutan mempelai pengantin turun dari pelaminan.

Di beberapa wilayah demografis Betawi, sayangnya budaya nasi jotan sudah mulai ditinggalkan. Padahal ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Betawi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong. Semoga masih ada yang melestarikannya terutama generasi muda Betawi

Read More......

Tuesday, February 21, 2012

Waspada Penipuan

Berikut ini share pengalaman pribadi teman yang hampir saja tertipu lewat telepon. Semoga cerita ini memberikan peringatan bagi kita untuk selalu waspada.

Pengalaman ini saya alami sendiri kemarin ketika menjual mobil lama saya. Saya menggunakan 3 cara, yaitu menempelkan kertas bertuliskan "DIJUAL TANPA PERANTARA, hubungi 0812 xxx xxxx / 021 9789 xxx", memasang iklan di internet, dan memasang iklan di koran pos kota edisi Sabtu - Minggu. Saya tidak tahu calon penjahat tahu nomor HP saya dari mana, tapi karena terpasang pada 3 media tersebut, informasi tentang nomor tersebut memang sangat mudah didapatkan orang. Kelihatannya ini yang dimanfaatkan para penjahat-penjahat tersebut.


Pertama-tama, akan ada SMS ke hape kita yang kisarannya berbunyi seperti ini "Ass. saya ... (nama berubah-ubah dari nomor yang berbeda-beda, mulai saat ini kita sebut saja dengan Mr. A), saya sudah lihat kondisi mobil Bapak. Untuk harga mohon bicarakan dengan mas saya ... pada nomor ... (nama dan nomor juga berubah-ubah, mulai saat ini kita sebut saja dengan Mr. B).

Kedua, kita akan berfikir orang ini memang berniat membeli mobil yang kita jual dan membalas SMS tersebut / menghubungi nomor Mr. A atau Mr. B tersebut. Pada tahap ini, Mr. A dan Mr. B akan "mengulur waktu" dengan alasan ingin berdiskusi dulu dengan istrinya.

Ketiga, Mr. B akan menghubungi nomor kita dan menyatakan sudah setuju dengan kondisi dan harga mobil kita. Walau kita bilang "apa tidak sebaiknya anda lihat dulu mobilnya secara langsung, percaya begitu saja dengan adik anda yang baru melihat sekilas ?", mereka tetap bersikeras sudah setuju dan "memaksa" kita untuk deal dengan pembayaran DP via transfer bank.

Keempat, Mr. B akan meminta kita mengecek saldo apakah sudah bertambah atau belum. Tentu saja belum karena memang dari awal mereka tidak berniat transfer tapi mau nipu. Mr. B ini berkilah transfernya mandek di bank dan akan berusaha menghubungi customer care bank tersebut.

Kelima, Mr. B menghubungi kita kembali dan "melakukan conference" dengan customer care bank sehingga tercipta kondisi dimana kita bisa berbicara secara 3 orang dalam 1 percakapan (Mr. B, kita dan customer care bank), dan customer care bank tersebut akan mengarahkan kita supaya menyelesaikan permasalahan transfer mandek tersebut menggunakan ATM card kita, dengan mengatakan kalau diinput dengan menggunakan kode tertentu, transfer yang mandek tersebut akan lancar.

Keenam, customer care bank tersebut akan mengarahkan kita untuk memasukkan ATM, menginput nomor PIN, menekan "transfer", dan memasukkan nominal rupiah dengan dimulai angka 0. Yang saya alami, saya diarahkan untuk menekan 019998997. Disini titik krusialnya. Apabila kita manut saja dengan arahan dia dan menekan tombol "Ya", sudah pasti uang kita melayang. Beruntung saya yang memang pada dasarnya sudah curiga bertanya ini itu sama customer care bank tersebut (tapi gaya bahasanya lihai sekali, detil terlampir setelah ini), sempat melihat pada layar transfer yang tinggal tekan tombol "Ya" tersebut, nominal tertulis 19.998.997. Saya pikir kalau saya tekan "Ya" uang saya melayang, langsung saya tekan "Tidak" dan "Cancel", sehingga kartu keluar dan saya melanjutkan percakapan tanpa tekanan di luar mesin ATM.

Selain gaya bahasanya yang lihai, customer care bank tersebut sangat bernafsu untuk menyuruh kita menekan tombol "Ya" tersebut. Kalau orang yang tidak tahan pressure dan berfikir praktis saja, saya yakin dalam keadaan setengah terhipnotis akan terus saja mengikuti petunjuk sang customer care bank.

Berikut beberapa cuplikan pembicaraan saya dengan customer care bank tersebut :

Sewaktu dia "keceplosan" minta nomor pin :
(Sy) : Ngapain saya ngasih nomor pin saya ke sampean ?
(CustCare Bank) : Oh ya maaf pak, bukan disebut tapi diinput.

Sewaktu diarahkan untuk menekan transfer :
(Sy) : Kenapa mesti nekan transfer ?
(CustCare Bank) : Prosedurnya sudah seperti itu pak. Diikuti saja, nanti transfer dari Bp. ... (Mr. B) akan masuk ke rekening Bapak.

Sewaktu mengisi nominal :
(Sy) : Kok saya mesti ngisi nominal untuk ditransfer ?
(CustCare Bank) : Bukan nominal yang Bapak isikan, tapi kode untuk melancarkan transfer yang mandek ke rekening Bapak.

(Sy) : Ini kan permasalahannya antara Bp. ... (Mr. B) dengan anda ? Kenapa tidak dihandle dari sisi banknya ?
(CustCare Bank) : Kami tidak berani melakukan itu pak, karena bertentangan dengan UU perbankan nomor 32 tahun 2001.

Beberapa pelajaran yang bisa saya petik dari pengalaman ini adalah :
- waspada dengan orang-orang yang sudah setuju spek dan melakukan penawaran tapi tidak melihat barang secara fisik
- walau semua alasan dan skenario terkesan sudah dipersiapkan secara matang oleh mereka, gaya bahasa customer care bank termasuk ketus dan bukan customer care bank seperti yang kita tahu selama ini
- jangan sekali-kali memberitahukan nomor kartu ATM maupun pin anda kepada orang lain
- cukup ladeni / balas SMS pada tahap pertama di atas dengan pesan "silakan tawar saja, pak". Tidak lebih.

Hebatnya, saya dapat SMS macam ini sampai 3 kali ! Yang pertama saya tindak lanjuti sampai saya hampir kebablasan seperti yang saya ceritakan di atas, yang kedua saya minta orangnya supaya ubah cara bayar DPnya dari transfer ke tunai. Yang kedua ini bilang kalau dia sedang di luar kota, istrinya minta kuitansi segera, dan alasan-alasan lainnya. Saya tetap minta tunai dan bisa tunggu sampai kapan saja, dia malah bilang kita tidak konsisten, tidak pegang komitmen, sampai akhirnya (karena kesal mungkin) dia mengeluarkan kata-kata cacian kotor ala kebun binatang yang tidak pantas saya sebutkan di sini.

Kepada mereka yang punya mitra polisi maupun okmnum berwenang, mohon ditindaklanjuti nomor-nomor ini. Nomor ini yang menghubungi saya kemarin :
- 0852 8223 7947, mengaku H. Sigit dari Duren Sawit, sudah setuju kondisi mobil dan mau langsung transfer --> kejadian pertama yang saya ceritakan di atas
- 0838 2496 4047, mengaku adik Teguh dan sudah lihat kondisi mobil, hubungi Teguh untuk sepakati harga --> kejadian kedua yang saya dicaci maki

Teman-teman, waspadalah ! Mengingat media informasi sangat banyak sekarang ini, berarti peluang penipuan untuk mereka sangat terbuka lebar. Calon tertipu mereka adalah para penjual mobil yang terdaftar di koran Pos Kota, internet, dan seterusnya. Jangan sampai kita menjadi salah satu yang menjadi korban.

Read More......

Tuesday, January 24, 2012

Kepepet vs Iming-Iming

Ada dua sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah.
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet.

Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? Atau bahkan kapal pesiar?".


Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam di tempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Bagaimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semangaat...ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya, "Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak".

Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya, "Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.

"Terus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.

Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengampanyekan visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgency adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengomunikasikan VISI. "Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"

Jadi, analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang.

Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi 'sedikit lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau tidak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting.

Langkah kedua, baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan iming-iming secara tepat, Insya Allah kita akan selalu termotivasi.
FIGHT !!

Sumber : Jaya Setiabudi

Read More......

Wednesday, December 28, 2011

Nomor HP Para Penipu Lewat SMS

Selamat Pagi,
Lama tidak menulis lagi di blog ini dikarenakan kesibukan sehari-hari. Hmm, membaca judul di atas rasanya di antara kira sering menerima SMS dari orang tak dikenal yang mencoba mencari keuntungan dari kelengahan kita. Ada yang minta pulsa, minta transfer dana seolah-olah kenal dan ada urusan dengan kita, dan lain sebagainya. Pun dengan saya yang seringkali mendapat SMS tersebut. List yang saya tulis berikut ini merupakan nomor HP yang masuk ke HP saya. Silakan pembaca sekalian menambahkan list-nya dengan mengisi kolom komentar, nanti saya entry.


1. 0877 8087 4623 minta transfer ke Bank Panin a/n Siti Rusmiati No. Rek 2403036783
2. 0878 8097 5196 minta pulsa ke no 0819 3237 3921
3. 0821 8903 9468 minta transfer ke Bank BRI a/n Fajri Hartanto No. Rek 501701004350530
4. 0877 8205 4270 minta transfer ke Bank BRI a/n Beni Anwar No. Rek 093-601047354534
5. 0896 3038 4599 Transfer saja ke BNI a/n INDRI YANTI No. Rek 0245-345-481
6. 0852 8288 6018 Kejutan PROMO Kuku Bima ENERGI Info Hub: PT SM 021-40172346 dan 021-40172347
7. 0822 6078 3049 Hadiah CEK TUNAI dari KukuBima ENER-G Info Hub: PT SM 021-70362741 dan 021-70362742
8. 0853 4054 2418 minta Uangnya dikirim ke Rek BRI a/n ARIFIN JUNAEDI No. Rek 0540-01-005651-50-3
9. 0852 4969 4085 minta tolong uangnya dikirim ke BNI a/n Abdul Rahman No. Rek 024-884-1259
10. 0823 3050 9467 minta dikirim ke Rek MANDIRI a/n SAHRONI WIDODO No. Rek 900-000-550-1722
11. 08539730 8344 minta dikirim uang ke BRI a/n RUSPINA No. Rek 3383-01-029765-537
12. 0853 9404 8278 Hadiah dari TELKOMSEL Rp. 75 juta diundi di RCTI pukul 23.30 Info Hub: 0852 7999 9184 H. Mulyadi MSc
13. 0831 3610 6889 Pa, beliin dulu pulsa simpati ke 0821 9215 2662
14. 0821 9502 7537 Ma, tolong isikan pulsa AS 0853 9653 2092
15. 0812 9886 7942 Hadiah tunai dari KukuBima Ener-G Info Hub PT SM 021-33025621
16. 0823 3283 3961 Minta transfer uang ke Rek Bank Danamon a.n HENDRIK SYAPUTRA No. Rek. 0035-4048-6549
17. 0853 4764 1203 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n SILVIA ASTUTI No. Rek. 0255-570796
18. 0853 2999 9430 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n BUDIONO No. Rek. 0239-054750
19. 0852 3951 9128 Minta dikirim pulsa simpati ke no 0821 9211 2883
20. 0821 9394 2583 Minta transfer uang ke Rek Bank BRI a.n HENDRO KARTIKO No. Rek. 0997-0100 9548 507
21. 0821 9126 8853 Minta transfer uang ke Rek Bank BNI a.n TONI SYAPUTRA No. Rek. 024-120-9010
22. 0878 0902 4150 Minta dikirim pulsa ke No. 0819 3237 1783
23. 0823 3063 9832 dengan bahasa yang lebih meyakinkan Minta dikirim uang ke Rek BCA 058-056-1586 a/n RAMLI PUTRA
24. 0853 1591 4883 Minta dikirim pulsa ke No. 0812 1033 3046
25. 0823 4952 8950 Mengaku Hj. Ani tertarik dengan rumah/tanah, minta menghubungi suaminya Dr. H. Hendra, SE di nomor 0823 3514 4477
26. 0852 1089 2839 Hadiah Rp. 100 jt dari Promo Simpati TELKOMSEL, minta hubungi ke No. 0823 3333 3466 a.n Ir. Rahmat Saleh
27. 0823 2519 9937 Minta dikirim uang ke rek BNI No. 0267 7341 08 a.n Rini Ekawati
28. 0853 9671 4588, Pah beliin pulsa ke no 0852 9945 9745
29. 0852 1614 0843 Minta transfer uang ke rek BRI No. 5514 0100699 865505 a.n AFRIZAL untuk perpanjang kontrak/sewa di rumahnya
30. 0852 1134 9397 Minta dikirim uang ke Rek BNI No. 0264034664 a.n BAYU RUDUNGGA
31. 0853 9908 5640 mengaku Ibu Nensih tertarik dengan rumah/tanah, minta menghubungi suaminya Dr. H. IRAWAN di nomor 0952 9947 3999
32. 0852 4946 7320 Minta dikirim uang ke Rek BRI No.0922.0100.4271.508 a.n SONI HARSONO
33. 0853 1934 4604 Minta hubungi Pak UJANG di No. 0852 8723 1111 untuk perpanjang kontrak rumah
34. 0823 3152 8648 Minta dikirim uang ke Rek BNI No. 0262-0297-03 a.n FARIDA NASUTION

Harapannya, semoga kita menjadi lebih waspada dan hati-hati dengan aksi tipu-tipu seperti ini.

Read More......

Wednesday, September 14, 2011

Cara Mengenyahkan Nyamuk..Murah Meriah

Musim kemarau (panas) yang saat ini terjadi seperti biasanya diikuti oleh banyaknya NYAMUK di sekitar kita. Rasanya tidak ada rumah yang bebas nyamuk. Hampir tiap hari mengengar obrolan tetangga, "tadi malam ga bisa tidur, banyak nyamuk." Berikut ini adalah tip dari seorang kawan bagaimana mengenyahkan nyamuk di rumah tanpa harus keluar banyak biaya, asal mau sedikit berusaha.


Pernah lihat nyamuk berkumpul diatas kepala saat magrib?....Itu kunci nya......
Menjelang magrib, taruh baskom/ember plastik warna hitam kosong dilantai didalam rumah.......... nyamuk yang aktif menjelang magrib akan datang masuk kerumah karena mencium bau darah manusia didalam rumah.
Nyamuk2 akan berputar diatas baskom kosong tersebut...
Siapkan tutup panci yang ringan ...oles minyak jelantah (lebih kental).... ayunkan pada nyamuk (tak perlu tenaga ayun)....nyamuk akan menempel....ulangi berulang kali ..maka anda bisa tidur lebih nyenyak tanpa gangguan nyamuk pada jam2 berikutnya.

Buka semua pintu kamar tidur tapi pintu keluar ditutup....nyamuk yang tersisa dikamar akan mendekati anda (yang sedang berada diruang tamu nonton TV) karena bau darah manusia.....siapkan piring dengan diolesi minyak jelantah....ayunkan agar nyamuk menempel dipiring......murah meriah.... bebas malaria dan bebas demam berdarah.....lakukan tiap malam agar bisa tidur nyenyak......tak perlu obat semprot.....Ide telah SAYA terapkan sejak lama........

BILA ADA SATU DARI KELUARGA KENA MALARIA....AGAR SISAKIT TIDUR DENGAN KELAMBU UNTUK MENCEGAH PENULARAN PADA ANGGOTA KELUARGA YANG SEHAT.

Sumber: Herliyani Suharta

Read More......

Friday, August 5, 2011

Ten Signs of an Incompetent Leader

Poor leadership surrounds us, it's a fact of life and they seemingly find a way to keep their jobs. They are more focused on their personal
needs and not of the professional needs of those below them. They have
a hard time developing their employees because they lack the proper
management techniques to do so. A leader is someone who you would
follow to a place you would not go alone. Leadership is about action
not status.


However, the question is, how do we know when we are dealing with
these flaw ridden individuals. A lot of the time, a poor manager can
make the perception that he/she is busy and organized. I have
developed a small guideline that can help pinpoint these leaders.

Incompetent Leaders will:

1. Delegate work rather than balance workloads. This allows all
attention to be diverted from them in case of failure. It may seem to
them that are managing their people but in actuality they are
creating work imbalances within the group. It can create unnecessary
overtime for some and under utilization of others. A good manager is
aware of the skill sets of all the people below them and should
allocate work accordingly while trying to enhance the skills of
everyone to be even more productive.

2. Reduce all answers to Yes or No rather than explaining their
reasoning. This is an example of a crisis manager who cannot think
farther than a few hours ahead. A yes/no manager finds it a waste of
time to find the real answer through intellectual thought. They are
already thinking about the next crisis.

3. Not separate personal life from professional life. They will bring
their personal problem to work. Working for these types of managers
can be very dramatic. They are unable to separate their emotional
imbalances while trying to manage people. They are less focused and
will not give you the attention and direction you need for success.

4. Manage crisis. If you are a company that has crisis managers, then
you can say goodbye to innovation and progression. Proactive thinking
is critical to the success of any company. If you are not finding
ways to stop or reduce the amount of crisis that has to be managed,
then your competition will pass you by. Leaders have to think out of
the box and make change.

5. Create an environment where mistakes are unacceptable. Being held
accountable for wrong decisions is a fear for them. Making mistakes
only helps you become a better person, manager, etc. I use the
analogy of a basketball player that has no fouls. If they are not
going for the ball and taking chances with their opponent, then they
are trying hard enough. Take a chance and don't be scared.

6. Humiliate or reprimand an employee within a group. This is a
clear and visible sign of a poor leader. A good leader takes employee
problems away from a group setting to a more private setting. If you
have a boss that does this, it is time for a visit to human
resources.

7. Not stand behind subordinates when they fail. Never leave your
people to hang out to dry. Always back them up, right, wrong, or
indifferent. If an employee tries their best in a situation and they
fail to come through. They should be commended on their effort and
not punished for the failure

8. Encourage hard workers not smart workers. I am not impressed with
hard workers. A hard worker is usually defined by hours. Smart
workers are the ones that I hire and embrace. Smart workers
understand the concept of time management and multi-tasking. Poor
leaders miss this connection. Smart workers are methodical in their
thinking and can generally be successful because of their abilities
management projects and time. Hard workers may take twice as long to
do the work. It is important to assign work accordingly to the skills
and personalities

9. Judge people on hours not performance. This is similar to #8.
Again, I am not impressed with overtime junkies. They have lost all
perspective on a healthy family/balance. Bad managers will promote
the employees that work the most hours and not look at the smart ones
who work less, meaning have better time management. Stop watching the
lock.

10. Act differently in front of their leaders. This is an indication
of low self-confidence. They have doubts about their own ability to
lead and they will act like little children when authority is
present. A confident person acts the same around everyone. Remember,
have respect for them, but also have self-respect.

By Chris Ortiz
Sumber: Milis bursaide-BPPT

Read More......

Kompetensi Kepemimpinan (Leadership Competencies)

Berikut beberapa ciri Kompetensi Kepemimpinan/Leadership, muda2an bermanfaat

a.DIRECTION COMPETENCIES
Vision - The capacity to create and project beneficial and stimulating images that can inspire direction.
Focus - The ability to set a direction, maintain that direction, and make corrections when necessary. Goal oriented
Strategic Thinking - The ability to do "what if" thinking in imagining and creating paths to future goals.
Concept - The need to explain the events in one's life parsimoniously, to have the best explanation for the most events.


b.DRIVE TO EXECUTE COMPETENCIES
Ego Drive - The striving to define oneself as a significant person.
Competition - The desire to win.
Achiever - The internal drive to be up and doing, to be working, to be getting things done, energetic.
Activator - The drive to make things happen, to be proactive.
c.RELATIONSHIP COMPETENCIES
Developer - The drive to help others grow and the capacity for taking satisfaction from each increment of growth of the people with whom they work.
Team - The capacity to get people to help each other use their strengths to achieve their goals.
Stimulator - The drive to create good feelings in other people.
Multi-Relator - The tendency for extending relationships to a wide circle to a wide circle of acquaintances.
Responsibility/Ethics - The capacity to take psychological ownership for one's own behavior.
d.MANAGEMENT COMPETENCIES
Arranger - The ability to coordinate people and their activities so that work gets done efficiently.
Performance Orientation - The attitude of being results oriented. The need to measure achievement.
Discipline - The need to structure time and environment.

Sumber: milis bursaide-BPPT

Read More......

Kompetensi Profesional

Berikut beberapa ciri Kompetensi Profesional, mudah2an bermanfaat

a.Kompetensi pengetahuan: “memiliki pengetahuan teknik dan/atau bisnis/perniagaan yang sesuai serta dapat menerapkannya secara praktis”.

b.Kompetensi pengenalan dan pemahaman masalah: “memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, menggunakan keterampilan berpikir yang tinggi baik masalah teknis maupun bisnis/perniagaan, secara efektif untuk memperoleh hasil tertentu.


c.Kompetensi bisnis/perniagaan: “memiliki kemampuan untuk memahami bisnis/perniagaan dalam arti luas, di mana dia berkecimpung mempraktekkan dan mengelola keinginan-keinginan pengguna secara pro aktif.

d.Kompetensi Etika dan/atau tingkah-laku pribadi, di mana ini merupakan inti dari ketiga komponen lainnya, didefinisikan sebagai “memiliki tingkah-laku dan nilai-nilai professional yang sesuai serta kemampuan membuat keputusan yang tepat ketika dihadapkan pada dilemma etika dalam masalah keprofesian.

Read More......

Tuesday, May 3, 2011

Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA

Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses


Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma

Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
â€Å“Ini telah kulakukan!”
segalanya ini memberikan makna seorang insan

Den Alfange
(Perancis)

Read More......

Tuesday, April 26, 2011

Etos Pendongkrak Gairah Kerja! (Jangan Cuma "5-Ng")

Hidup hanya menyediakan dua pilihan: mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel.

Punya masalah dengan semangat kerja? Jangan gundah gulana, Anda tidak sendirian. Banyak orang lain yang punya problem serupa. Namun, bukan tidak ada solusinya!


Hampir semua orang pernah mengalami gairah kerjanya melorot. "Itu lumrah," kata Jansen Sinamo, ahli pengembangan sumber daya manusia dari Institut Darma Mahardika, Jakarta. Meski lumrah, "impotensi" kerja harus diobati.

Cara terbaik untuk mengatasinya, menurut Jansen, dengan langsung membenahi pangkal masalahnya, yaitu motivasi kerja. Itulah akar yang membentuk etos kerja. Secara sistematis, Jansen memetakan motivasi kerja dalam konsep yang ia sebut sebagai "Delapan Etos Kerja Profesional". Sejak 1999, ia aktif mengampanyekan gagasan itu lewat berbagai pelatihan yang ia lakukan.

Memahat yang tak terlihat

Etos pertama: kerja adalah rahmat.
Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Tuhan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.

Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua nikmat itu dengan bekerja ogah-ogahan.

Etos kedua: kerja adalah amanah.
Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, atau anggota DPR, semua adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemilik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya.

Etos ketiga: kerja adaah panggilan.
Apa pun profesi kita, perawat, guru, penulis, semua adalah darma. Seperti darma Yudistira untuk membela kaum Pandawa. Seorang perawat memanggul darma untuk membantu orang sakit. Seorang guru memikul darma untuk menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyandang darma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran kepada masyarakat. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan, kita bisa berucap pada diri sendiri, "I'm doing my best!" Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.

Etos keempat: kerja adalah aktualisasi.
Apa pun pekerjaan kita, eutah dokter, akuntan, ahli hukum, semuanya bentuk aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada". Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekenjaan.

Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia. Dengan bekerja, misalnya, seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. "Perkenalkan, nama saya Miftah, dari Bank Kemilau." Keren `kan?

Etos kelima: kerja itu ibadah.
Tak peduli apa pun agama atau kepercayaan kita, semua pekerjaan yang halal merupakan ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Jansen mengutip sebuah kisah zaman Yunani kuno seperti ini:

Seorang pemahat tiang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengukir sebuah puncak tiang yang tinggi. Saking tingginya, ukiran itu tak dapat dilihat langsung oleh orang yang berdiri di samping tiang. Orang-orang pun bertanya, buat apa bersusah payah membuat ukiran indah di tempat yang tak terlihat? Ia menjawab, "Manusia memang tak bisa menikmatmnya. Tapi Tuhan bisa melihatnya." Motivasi kerjanya telah berubah menjadi motivasi transendental.

Warisan tak ternilai

Etos keenam: kerja adalah seni.
Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya.

"Antusiasmelah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan di laboratorium yang sepi," katanya. Jadi, sekali lagi, semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus-rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.

Etos ketujuh: kerja adalah kehormatan.
Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita.

Jansen mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis), meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Baginya, menulis merupakan sebuah kehormatan. Hasilnya, kita sudah mafhum. Semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia.

Etos kedelapan: kerja adalah pelayanan.
Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercu suar, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama.

Pada pertengahan abad ke-20 di Prancis, hidup seorang lelaki tua sebatang kara karena ditinggal mati oleh istri dan anaknya. Bagi kebanyakan orang, kehidupan seperti yang ia alami mungkin hanya berarti menunggu kematian. Namun bagi dia, tidak. Ia pergi ke lembah Cavennen, sebuah daerah yang sepi. Sambil menggembalakan domba, ia memunguti biji oak, lalu menanamnya di sepanjang lembah itu. Tak ada yang membayarnya. Tak ada yang memujinya. Ketika meninggal dalam usia 89 tahun, ia telah meninggalkan sebuah warisan luar biasa, hutan sepanjang 11 km! Sungai-sungai mengalir lagi. Tanah yang semula tandus menjadi subur. Semua itu dinikmati oleh orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Di Indonesia semangat kerja serupa bisa kita jumpai pada Mak Eroh yang membelah bukit untuk mengalirkan air ke sawah-sawah di desanya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Juga pada diri almarhum Munir, aktivis Kontras yang giat membela kepentingan orang-orang yang teraniaya.

"Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan dilengkapi keinginan untuk berbuat baik," kata Jansen. Dalam bukunya Ethos21, ia menyebut
dengan istilah rahmatan lii alamin (rahmat bagi sesama).

Pilih cinta atau kecewa

Menurut Jansen, kedelapan etos kerja yang ia gagas itu bersumber pada kecerdasan emosional spiritual. Ia menjamin, semua konsep etos itu bisa diterapkan di semua pekerjaan.
"Asalkan pekerjaan yang halal," katanya. "Umumnya, orang bekerja itu `kan hanya untuk nyari gaji. Padahal pekerjaan itu punya banyak sisi," katanya.

Kerja bukan hanya untuk mencari makan, tetapi juga mencari makna. Rata-rata kita menghabiskan waktu 30 - 40 tahun untuk bekerja. Setelah itu pensiun, lalu manula, dan pulang ke haribaan
Tuhan. "Manusia itu makhluk pencari makna. Kita harus berpikir, untuk apa menghabiskan waktu 40 tahun bekerja. Itu `kan waktu yang sangat lama," tambahnya.

Ada dua aturan sederhana supaya kita bisa antusias pada pekerjaan. Pertama, mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat. Dengan begitu, bekerja akan terasa sebagai kegiatan yang menyenangkan.Jika aturan pertama tidak bisa kita dapatkan, gunakan aturan kedua: kita harus belajar mencintai pekerjaan. Kadang kita belum bisa mencintai pekerjaan karena belum mendalaminya dengan benar. "Kita harus belajar mencintai yang kita punyai dengan segala kekurangannya," kata sarjana Fisika ITB yang lebih suka dengan dunia pelatihan sumber daya manusia ini.

Hidup hanya menyediakan dua pilihan: mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel. Jansen mengutip filsuf Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, "It's not doing the thing we like, but liking the thing we have to do that makes life happy."

"Dalam hidup, kadang kita memang harus melakukan banyak hal yang tidak kita sukai. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak mungkin kita mau enaknya saja. Kalau suka makan ikan, kita harus mau ketemu duri," ujar pria yang kerap disebut sebagai Guru Etos ini.

Dalam dunia kerja, duri bisa tampil dalam berbagai macam bentuk. Gaji yang kecil, teman kerja yang tidak menyenangkan, atasan yang kurang empatik, dan masih banyak lagi. Namun, justru dari sini kita akan ditempa untuk menjadi lebih berdaya tahan.

Bukan gila kerja

Dalam urusan etos kerja, bangsa Indonesia sejak dulu dikenal memiliki etos kerja yang kurang baik. Di jaman kolonial, orang-orang Belanda sampai menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Ini berbeda dengan, misalnya, etos Samurai yang dimiliki bangsa Jepang. Mereka terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan ulet. Namun, Jansen menegaskan, pekerja keras sama sekali berbeda dengan workaholic. Pekerja keras bisa membatasi diri, dan tahu kapan saatnya menyediakan waktu untuk urusan di luar kerja. Sementara seorang workaholic tidak. Dalam pandangan Jansen, kondisi kerja yang menyenangkan adalah kerja bareng semua pihak. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan.

Sering seorang atasan mengharapkan bawahannya bekerja keras, sementara ia sendiri secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang melunturkan semangat kerja bawahan. Jansen memberi contoh, atasan yang mengritik melulu jika bawahan berbuat keliru, tapi tak pernah memujinya jika ia menunjukkan prestasi.Secara manusiawi hal itu akan menyebabkan bawahan kehilangan semangat bekerja. Buat apa bekerja keras, toh hasil kerjanya tak akan dihargai. Ingat, pada dasarnya manusia menyukai reward.

Konosuke Matsushita, pendiri perusahaan Matsushita Electric Industrial (MET) punya teladan yang bagus. Pada zaman resesi dunia tahun 1929-an, pertumbuhan ekonomi Jepang anjiok tajam. Banyak perusahaan mem-PHK karyawan. MEI pun terpaksa memangkas produksi hingga separuhnya. Namun, Matsushita menjamin tak ada satu karyawan pun yang bakal terkena PHK.
Sebagai gantinya, ia mengajak semua karyawan bekerja keras. Karyawan-karyawan bagian produksi dilatih untuk menjual. Hasilnya benar-benar ruarrr biasa. Mereka bisa berubah menjadi tenaga marketing andal, yang membuat Matsushita menjadi salah satu perusahaan terkuat di Jepang.
Sumber: milis Bursaide dari milis tetangga

Read More......

Tuesday, April 19, 2011

Sebuah Renungan

Anda tdk perlu menjawab semua pertanyaan, tolong sebutkan :

1. Nama 5 org terkaya didunia saat ini
2. Nama 5 pemenang tropy FFI 2010
3. Nama 5 miss america terakhir
4. Nama 5 org pemenang nobel (apa saja)
5. Name 5 org pemenang Academy Award 2010

Intinya adalah, tidak ada seorangpun dr kita yg masih mengingatnya!
Tepuk tangan telah sirna, penghargaan beralih. Pencapaian telah dilupakan. Tetapi kita tetap angkat topi utk mereka.


Ada satu kuis lain, lihatlah bagaimana kita mengerjakan yg ini :

1. Nama 5 guru yg telah membantu dlm perjalanan sukses kita disekolah
2. Nama 5 teman yg membantu kita dlm waktu sulit
3. Nama 5 org yg mengajarkan kita sesuatu yg berharga
4. Nama 5 org yg membuat kita merasa dihargai dan spesial.
5. Nama 5 org yg kita sangat menikmati waktu bersamanya.

Apakah lebih mudah menemukannya?
Jika ya, artinya org2 yg membuat perbedaan didalam hidup kita BUKANLAH orang2 yg memenangkan penghargaan-penghargaan setinggi langit dgn prestasi luar biasa, TETAPI mereka adalah org2 yg peduli dan mengasihi kamu dgn TULUS !!

Jadi, kita perlu menghargai setiap saat yg kita miliki bersama org2 tersebut, krn waktu selalu berjalan&kita tdk pernah tau apa yg akan terjadi ketika org2 tersebut dipindahkan Tuhan dr sisi kita.

May God bless us always.

Read More......

Ramalan Berdasarkan Golongan Darah

Berikut ini ramalan berdasarkan Golongan darah, Anda percaya atau tidak, terserah kepada Anda..Selamat membaca..

Gologan darah A

1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin,
serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.

2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas,
bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.

3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu.
Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan
segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.

4. Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.

5. Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.

6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering
melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi
yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.

7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat.
Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber'temperamen'
sama.


Gologan darah B

1. Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan
tertarik terhadap segalanya.

2. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan
hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun
cepat juga bosan.

3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari
sekian banyak hal yang di kerjakannya.

4. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal
ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan
sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka
tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.

5. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan
antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada
didalam diri mereka.

6. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul
dengan banyak orang.

Gologan darah O

1. Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam
menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu
keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.

2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan
sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka
kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi
kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat
(tempat mengadu).

3. Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan.
Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.

4. Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, "loved by all". Tapi
mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai
pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.

5. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima
hal-hal yang baru.

6. Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa
yang mereka lihat dari TV.

7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering
tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati.
Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.

Gologan darah AB

1. Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang
sensitif, lembut.

2. Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu
menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.

3. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan
orang-orang yang dekat dengannya.

4. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.

5. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu
terlalu dalam.

6. Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk
menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Read More......

Wednesday, April 6, 2011

Rumah Betawi


“MASYARAKAT Betawi tergolong masyarakat rawa. Itu sebabnya mereka mengenal model rumah panggung,” kata Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang sedang menyiapkan peluncuran buku riset sejarah garapannya: Babad Tanah Betawi.Namun, Ketua Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi (PPBB) Agus Asenie Dipl Ing, praktisi arsitektur berpendapat, masyarakat Betawi sebenarnya tinggal di habitat yang beragam, sejak pesisir hingga pedalaman. Bahkan, sekarang juga tinggal di wilayah urban padat penduduk di tengah Kota Jakarta.


“Sehingga rumah panggung bukan satu-satunya sistem rumah tradisionilnya. Arsitektur rumah Betawi juga mengenal rumah darat. Jadi memang ada variasi pola arsitektur rumah sesuai dengan rentang sebaran komunitas Betawi dari pesisir yang mencari nafkah sebagai nelayan hingga pedalaman yang bercocok tanam padi sawah,” kata Agus, putra Betawi juga, asal Slipi.
Dua tahun terakhir Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi yang dipimpin Agus Asenie melaksanakan proyek pemugaran sebuah rumah tradisional dan pembuatan rumah baru berarsitektur tradisional Betawi di kampung Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ini satu bagian kecil saja dari rencana proyek berjangka multi tahun di atas lahan 165 Ha, yang tidak saja bertujuan mengkonservasi arsitektur tradisional Betawi di kawasan itu, tapi juga berusaha membuat daerah tujuan wisata baru di selatan Jakarta. Lokasinya ideal karena adanya Danau Setu Babakan, berudara sejuk (24-26 derajad Celsius), berkontur (naik turun), dan sudah dihuni oleh komunitas Betawi yang masih lumayan mengukuhi adatnya.
Setiap Sabtu dan Minggu, di panggung berarsitektur Betawi yang dibikin oleh Tim PPBB sudah rutin berlangsung atraksi wisata seperti tari ondel-ondel juga upacara adat seperti perkawinan dan khitanan, yang sudah mulai dikunjungi turis manca negara. Tahun lalu jumlah pengunjung sudah mencapai 10.000 orang, dengan salah satu daya tarik utama sebuah situs rumah tradisional Betawi yang dipugar PPBB milik warga setempat bernama Pak Samin Jebul (60).
MENURUT hitungan kasar Ridwan Saidi, saat ini ada tak kurang dari 3.000 rumah berarsitektur tradisional Betawi di kawasan hunian komunitas Betawi, sejak kawasan Pulau Seribu di utara, hingga Cileungsi di selatan, sejak Balaraja (Tangerang) di barat sampai Cikarang (Bekasi) di timur.
Sebegitu jauh, baik Ridwan Saidi maupun Agus Asenie mengutarakan, belum ada sumber sekunder yang berasal dari kalangan akademik tentang arsitektur rumah Betawi. Tidak ada primbon atau pustaka klasik yang berisi kodifikasi arsitektur Betawi, sehingga Ridwan mengaku harus meraba sendiri ciri khas arsitektur rumah Betawi ini ketika meneliti, seraya dibandingkan dengan arsitektur rumah tradisional suku lain. Misalnya, bahwa masyarakat Betawi tidak mengenal fengshui, hukum arah angin sebagaimana masyarakat Tionghoa.
“Betawi pada awalnya adalah masyarakat river basin. Mereka membangun masyarakat berkelompok sepanjang sungai-sungai di kawasan ini. Ada belasan sungai besar di kawasan ini. Pintu depan rumah menghadap ke arah sungai. Akibatnya, setelah perlahan-lahan rumah Betawi masuk ke pedalaman, arah hadap rumah Betawi tidak teratur seperti rumah di Jawa yang berjajar menghadap jalan. Tetapi, sisa-sisa budaya DAS-nya masih tertinggal, biasanya dalam bentuk adanya sumur gali di depan rumah. Anda ingat Mandra atau Basuki di serial Si Doel kalau mandi di sumur di depan rumah mereka,” katanya.
Sekarang ini, terkena budaya kontemporer yang membataskan jumlah lahan yang kian menuntut pola arsitektur compact (ringkas), kata Agus, sumur depan rumah sudah kian hilang. Digantikan pompa-pompa listrik yang dipasang di belakang rumah.
Pada dasarnya ada tiga zoning di rumah tradisional Betawi, kata Ridwan Saidi. Kurang lebih mengikuti hukum arsitektur modern juga, kawasan publik (ruang tamu), kawasan privat (ruang tengah dan kamar) dan kawasan servis (dapur), tambah Agus. Dalam bahasa Betawi, kawasan publik yang berupa ruang tanpa dinding ini kawasan amben, disusul ruang tengah yang didalamnya ada kamar yakni wilayah pangkeng. Paling belakang adalah dapur atau srondoyan.
Masing-masing kawasan ini bisa merupakan bangunan sendiri, dengan pola atap sendiri. Bisa pula satu rumah utuh dengan sebuah saja pola atap, yang terbagi dalam tiga zona tadi. Variasi ini ditentukan status sosial ekonomi penghuninya. Jika setiap zona punya satu pola atap, masing-masing bisa berupa salah satu dari model atap pelana (segitiga sama sisi), atau limas dengan dua kali “terjunan” air hujan yang sudutnya berbeda. Atau lagi kombinasi dari kedua sistem atap ini.
Pilihan pola atap menurut Ridwan Saidi, tampaknya tidak terlalu menjadi tuntutan dalam arsitektur tradisional Betawi. Tidak seperti di Jawa yang sampai perlu ada selamatan khusus untuk itu. Bagi komunitas Betawi yang penting justru pembangunan pondasi rumah. Itu sebabnya, mereka mengenal selamatan “sedekah rata bumi". Hanya saja, sambung Ridwan, selamatan ini dilakukan sesaat setelah kuda-kuda atap rumah sudah sempurna berdiri.
RIDWAN mencatat ada sebuah sudut penting, bahkan sakral dalam arsitektur Betawi. Yakni, konstruksi tangga, yang diistilahkan balaksuji. Sayangnya ini agak sulit ditemukan di rumah Betawi bukan panggung. Balaksuji adalah konstruksi tangga di rumah panggung Betawi. Rumah darat kadang-kadang juga punya, jika lantaran “kultur rumah panggung", membuat pemilik rumah sengaja meninggikan lantai rumahnya dari permukaan tanah sekitar. Pada kasus demikian pemilik rumah juga membuat balaksuji, tangga menuju rumah.
Tak ada konfirmasi literer soal ini. Hanya saja Ridwan menjelaskan, inilah (boleh jadi) arti harafiah dari istilah “rumah tangga” yang dikenal selama ini.
“Sebuah keluarga yang utuh tinggal di rumah yang ada tangganya. Makanya, bernama rumah tangga. Tangga balaksuji ini bagian rumah yang sarat nilai filosofi. Bisa disamakan dengan tangga spiritual dalam tradisi Betawi. Mungkin bisa diidentikkan dengan prinsip tangga dalam arsitektur kebudayaan lain, seperti Borobudur, atau suku kuno Inca. Bahwa memasuki rumah lewat tangga adalah proses menuju kesucian. Idealnya jika ada sumur di depan rumah, siapa pun yang hendak masuk rumah harus membasuh kakinya dulu, baru naik tangga, sehingga masuk rumah dalam keadaan bersih. Ini memang bukan soal fungsi, tapi perlambang,” katanya.
Di rumah modern yang dihuni masyarakat Betawi sekarang, banyak hal sudah hilang, termasuk tangga balaksuji ini. Hanya saja, kata Ridwan, di sejumlah kampung balaksuji dipertahankan, atau pindah lokasi. Tangga ini tidak ada di rumah penduduk, tapi ada di masjid kampung. Balaksuji dipasang di tempat khotib berkhotbah. Tangga ini menjadi tangga menuju mimbar. Kesuciannya dipertahankan di rumah ibadah. (ody)
Sumber: Harian Kompas, Minggu, 21 April 2002

Read More......

Monday, April 4, 2011

Terminal Busway Kota

Jakarta (4/3/2011). Karena ada keperluan membeli perlengkapan untuk netbook (computer supplies), maka berangkatlah saya siang tadi dari Thamrin menuju Harco Mangga Dua. Seperti biasa naik Busway ke Terminal akhir di Kota. Sesampainya di sana langsung turun menuju terowongan dan mengitari putaran untuk kemudian naik ke arah Stasiun Kota. Hmmm, di sini nih mulai merasa tidak nyaman...Bau Pesing..


Dari mulai anak tangga pertama sampai di atas bau tidak sedap ini sangat terasa. Dan hampir semua orang yang lewat baik menuju Halte Busway atau ke Stasiun Kota langsung menahan nafas. Sayang sekali fasilitas umum yang semestinya dapat kita nikmati bersama dikotori oleh ulah sebagian orang yang tidak peduli lingkungan. Mohon kiranya kepada pihak berwenang untuk menertibkan ini dan menjaga kebersihan terminal busway Kota.

Read More......

Monday, January 31, 2011

Diet Murah Turunkan Berat Badan dan Kolesterol

Banyak di antara kita mungkin mengalami yang namanya Obesitas ataupun tingginya kadar kolesterol. Biasanya kolesterol sering menghinggapi orang-orang di atas usia 40 tahun, tapi nanti dulu, yang berusia di bawah itu pun bisa saja memiliki kolesterol tinggi ketika pola makan tidak benar dan olah raga tidak teratur. Beragam cara pun dilakukan orang untuk menurunkan berat badan dan kadar kolesterol.


Berbagai program diet, latihan olah raga sampai konsumsi beberapa obat yang tentu saja memerlukan pengorbanan, biaya, waktu dan tenaga tentunya. Sebenarnya ada cara yang cukup murah dan efektif. Cukup konsumsi saja Daun Jati Cina pagi dan malam setelah makan. Pengalaman kami dan beberapa kawan yang telah mengkonsumsinya, Daun Jati Cina dapat membantu menurunkan berat badan dan kadar kolesterol secara signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama jika rutin dikonsumsi.

Cara konsumsinya, daun jati cina yang sudah kering diambil 1 sendok teh lalu diseduh dengan air panas. Seperti membuat teh tubruk saja, minum selagi hangat. Rasanya seperti teh tetapi aromanya khas. Kalau mau yang lebih praktis, silakan cari saja kemasan kapsul, minum pagi dan malam. Kalau yang ini lebih cepat reaksinya. Kalau Teh jati cina, frekuensi buang air besar (BAB) akibat proses pembuangan lemak dalam tubuh biasanya 1-3 kali per hari, konsumsi kapsul jati cina menyebabkan frekuensi BAB 3-5 kali per hari. Tetapi dampaknya sangat terasa sekali terhadap penurunan berat badan dan kadar kolesterol. Oleh karena itu disarankan minum banyak air putih agar tidak kekurangan cairan.

Jika anda mengalami masalah obesitas dan kolesterol, ada baiknya mencoba cara ini. Selamat Mencoba

Read More......

Friday, December 17, 2010

NIKMATILAH KOPINYA ,... BUKAN CANGKIRNYA!

Ini dari milis tetangga, menarik sekali untuk disimak :
Semoga bermanfaat,NIKMATILAH KOPINYA ,... BUKAN CANGKIRNYA!

Sekelompok alumni University California of Bekeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis.Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah.Dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.


Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.

Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.""Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.

Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia.

Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.(Author Unknown)Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan., Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya)

Read More......