Wednesday, December 3, 2008

Sodium Benzoate, Menyebabkan Kerusakan DNA

Berhati-hatilah terhadap bahan pengawet. Survey terbaru tentang pengawet minuman bersoda, Sodium Benzoate diketahui menyebabkan kerusakan DNA


Riset yang dilakukan oleh Sheffield University di Inggris terhadap bahan pengawet makanan dan minuman yang umum digunakan, menyatakan bahwa sodium benzoate diperkirakan dapat merusak DNA. Sodium benzoate, penghambat jamur yang biasa ditemukan pada Pepsi, Coke, Sprite, maupun minuman-minuman ringan lainnya, juga pada asinan dan saus, dianggap patut diwaspadai.

Pete Piper, professor bidang biologi molekuler dan bioteknologi, yang telah meneliti sodium benzoate sejak 1999, pernah menguji sodium benzoate pada sel ragi yang hidup. Ia terkejut menemukan substansi tersebut dapat merusak DNA mitochondria pada ragi.

Karena peduli terhadap hal ini, Piper mempublikasikan penelitiannya melalui surat kabar Inggris, The Independent, pada hari Minggu, 27 Mei 2008: "Bahan kimia ini memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan yang serius pada DNA di dalam mitochondria, sedemikian rupa hingga dibuat sepenuhnya tidak aktif - mereka merusak seluruhnya."

"Mitochondria menyerap oksigen untuk menghasilkan energi, dan bila dirusak - seperti terjadi pada sejumlah kondisi pada saat sakit - maka sel mulai mengalami kegagalan fungsi yang sangat serius. Dan ada sejumlah penyakit dimana yang sekarang dikaitkan dengan kerusakan DNA ini - penyakit Parkinson dan beberapa penyakit akibat degenerasi saraf, namun terutama sekali, keseluruhan dari proses penuaan."

Sodium benzoate terbentuk secara alami pada buah cranberry, apel, produk susu, kayu manis, dan cengkeh. Menurut http://inchem.org, sodium benzoate yang terbentuk secara alami pada makanan kira-kira 40 mg/kg. Digunakan sebagai bahan pengawet, diperlukan kira-kira 2.000 mg/kg. Secara historis, asam benzoat berasal dari distilasi kering dari getah kapur barus. Produksi massal dihasilkan secara murah dari toluene. Sodium benzoate dibuat dari asam benzoic.

Penyelidikan-penyelidikan pada daftar FDA terutama diterapkan pada tikus, dimana tidak nampak gejala keracunan. Percobaan yang dilakukan pada sejumlah individu terbatas dari kurun 1960-an hingga 1980-an, tidak menunjukkan efek negatif, oleh karena itu sodium benzoate dan asam benzoic dianggap aman oleh lembaga pengawas makanan Amerika Serikat tersebut.

Kelompok Bantuan Bagi Anak-Anak Hiperaktif di Inggris melakukan pengecualian dan merekomendasikan untuk menghindari sodium benzoate dan asam benzoic. Piper sendiri menganggap hasil uji coba yang dilakukan oleh FDA sebagai "kadarluasa."

Sebuah studi jangka pendek pada tikus - yang diberikan sodium benzoate/benzoic acid sebanyak 1.800 mg/kg - telah mengakibatkan kerusakan sistem saraf pusat. Asam benzoic menyebabkan patologi hati dan mengurangi berat badan. Namun, penyelidikan ini dianggap belum cukup untuk memastikan dampak negatifnya.

Vitamin C (ascorbic acid) ditambahkan pada minuman ringan akan bereaksi dengan sodium benzoate menghasilkan benzene, dikenal sebagai polutan udara dan penyebab kanker.
Sumber: http://www.hidayatullah.com

No comments: